
Sabtu, 22 Januari 2011
join bisnis budidaya ikan lele

Sabtu, 15 Januari 2011
Cara Mudah Memulai Bisnis / Usaha Sambilan
Untuk memulai usaha atau bisnis janganlah menunggu kondisi yang ideal. Modal yang cukup, lokasi yang strategis, karyawan yang cakap, waktu yang luang untuk memulai bisnis adalah kondisi yang ideal. Dan untuk mendapatkan semuanya dalam waktu yang bersamaan tentu butuh pengorbanan yang lebih besar.
Apalagi bagi kita-kita yang masih berstatus sebagai karyawan di tempat lain, menunggu kondisi ideal bisa menjadi pilihan yang sulit.
Salah satu pilihan bagi seorang karyawan untuk memiliki bisnis sendiri adalah membuka usaha sambilan. Sehingga kita bisa tetap bekerja dan mendapatkan gaji. Dan kita berusaha mendapatkan tambahan penghasilan lewat usaha yang kita rintis.
Membuka usaha sambilan bisa menjadi pilihan yang menyenangkan kalau kita bisa menentukan jenis usaha dan skala usaha sesuai minat dan kemampuan kita. Kalau memang kita punya kondisi yang ideal, pilihan untuk membuka perusahaan, membuka toko, atau mengambil franchise adalah pilihan yang tepat.
Tapi bagi yang belum berani untuk mengambil resiko dengan membuka toko sendiri, ada satu pilihan yang mudah untuk segera memulai usaha, yaitu dengan sistem KONSINYASI.
Dengan sistem konsinyasi kita menitipkan barang dagangan kita ke toko, kios, atau minimarket / supermarket orang lain. Kita tidak perlu memiliki toko sendiri dan tidak perlu memiliki karyawan sendiri. Jelas akan menghemat banyak biaya. Kita hanya perlu menanamkan modal pada barang dagangan dan investasi waktu plus tenaga untuk menawarkan ke toko orang lain. Barangnyapun tidak harus buatan sendiri, bisa barang yang kita beli grosiran kemudian kita titipkan ke beberapa toko.
Kesepakatan Konsinyasi bisa fleksibel, untuk toko-toko kecil seperti kios kami, cukup dilakukan secara kekeluargaan / musyawarah mufakat dan dengan kesepakatan yang lebih mudah. Berapa barang yang ditaruh, berapa harganya, kapan mau dicek, kapan dilakukan pembayaran, dan kesepakatan lain dibicarakan bersama dan setelah deal atau kedua pihak sepakat maka Konsinyasi bisa dijalankan. Ada baiknya kesepakatan ini dilakukan secara tertulis (dan memang seharusnya tertulis) meskipun dalam format yang sederhana, sehingga jika ada perselisihan, sudah ada pedomannya.
Untuk menitipkan barang ke perusahaan yang sudah besar (minimarket atau supermarket) tentu persyaratannya lebih ketat. Pihak supermarket sudah menetapkan syarat-syarat yang harus dipenuhi.
Pengalaman di kios kami (Kios Addina), setelah terlihat tokonya hidup (banyak pelanggan dan banyak transaksi), ternyata banyak yang datang menawarkan konsinyasi. Awalnya kami sangat berhati-hati, ada rasa khawatir barangnya nanti tidak laku. Tapi Alhamdulillah banyak barang konsinyasi yang berhasil terjual di kios kami.
Barang yang ditawarkan ke Kios kami juga beragam. Awalnya hanya jilbab dan produk serupa, kemudian ada yang menawarkan minyak wangi, dan bahkan sekarang ada yang menitipkan tas wanita. Para pemilik barang yang menitipkan di kios kami, secara berkala mengecek barangya laku atau belum, perlu ditambah atau belum. Kadang juga cukup dilakukan dengan SMS dan jika sudah laku, pemilik barang datang ke kios kami untuk menerima pembayaran barangnya yang laku.
Terus bagaimana kalau barang tidak laku? Pemilik barang biasanya menukar dengan barang lain dan mungkin barang yang tidak lakuk di kios kami bisa dan mungkin sekali laku di tempat lain. Jadi kalau mau menitipkan barang konsinyasi sebaiknya jangan hanya ke satu toko. Kalau bisa menitipkan barang ke banyak toko, sama saja kita punya toko banyak tanpa harus sewa toko, tanpa harus membayar karyawan, dan uangpun mengalir…
Salam
Fuad Muftie
Kios Addina : Kios Jilbab / Kerudung (rabbani™ & PerMata’s), Busana, dan Aksesoris
Jl. Bunga Rampai X Perumnas Klender, Jaktim
Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 40 Perumnas Klender, Jaktim
Tpl. 021-9828 4731
Rabu, 05 Januari 2011
Business Plan
19 Oct 2009 350 Comments
Deddy Edward TanjungPosted under Rencana Bisnis Tags: proposal kredit
Business Plan
Adalah dokumen yang secara jelas dan ringkas menyatakan tujuan dan sasaran usaha, serta metode yang akan digunakan untuk mencapainya
Kegunaan :
v kegiatan penelitian (bisnis) yg akan dilaksanakan /sedang berjalan tetap pada jalur yg direncanakan
v pedoman untuk mempertajam rencana-rencana yang diharapkan
v alat untuk mencari dana dari pihak ketiga (investor, lembaga keuangan dll)
ISI RENCANA USAHA
• Rencana usaha bagi pemula
• Rencana usaha bagi usaha kecil
• Rencana usaha bagi usaha menengah
Apa Perbedaannya ?
• Business Plan untuk Usaha Pemula didasarkan pada ide usaha dan perkiraan awal pasar, terutama menggunakan perkiraan dan proyeksi keuangan dan bukannya data-data usaha yang sudah ada
• Business Plan untuk Usaha Kecil hampir sama dengan Usaha Pemula. Perbedaannya untuk Usaha Kecil didasarkan pada pengalaman dan periode produksi sebelumnya.
• Business Plan untuk Usaha Menengah, selain didasarkan pada pengalaman dan periode produksi sebelumnya, dibuat lebih lebih lengkap ditambah rencana pengembangan ke depan.
Isi Business Plan Usaha Pemula dan Kecil
v Data Pribadi (Nama lengkap pengusaha, alamat, pendidikan, pengalaman dll.)
v Profil Usaha (Jenis rencana kerja/usaha, bentuk hukum, tahun rencana usaha, lokasi)
v Studi Pasar (Pesaing dan Pemasok)
v Rencana Produksi (Produksi dan penjualan, mesin/perlengkapan, keb. bahan baku, utilitas/infrastruktur, tenaga kerja, biaya administratif dan penjualan)
v Perkiraan Biaya (Modal tetap dan Modal Kerja)
v Pembiayaan ( Dana sendiri dan kredit)
v Laporan Laba Rugi
Isi Business Plan Usaha Menengah
v Ringkasan Eksekutif
v Penjualan dan pemasaran
v Produksi
v Organisasi dan Manajemen
v Rencana Keuangan
Detil Business Plan Usaha Menengah
Lembaran Judul
Ringkasan Eksekutif
– Penjelasan singkat tentang usaha
– Profil singkat wirausahawan
– Kontribusi usaha bagi ekonomi
1. Penjualan dan pemasaran
1.1. Penjelasan produk
1.2. Pesaing
1.3. Lokasi usaha
1.4. Area pasar
1.5. Konsumen utama
1.5. Perkiraan total permintaan
1.6. Perkiraan pangsa pasar
1.7. Harga jual
1.8. Perkiraan penjualan
1.9. Strategi pemasaran
1.10. Anggaran pemasaran
2. Produksi
2.1. Aset tetap yang dibutuhkan
2.2. Jangka waktu aset tetap dan proses produksi
2.3. Pemeliharaan dan perbaikan aset tetap
2.4. Sumber perlengkapan
2.5. Syarat dan ketentuan pembelian perlengkapan/alat
2.6. Lokasi dan tata letak pabrik
2.7. Bahan mentah yang dibutuhkan
2.8. Biaya dan ketersediaan bahan mentah
2.9. Ketersediaan tenaga kerja
2.10. Biaya tenaga kerja
2.11. Biaya tambahan pabrik
2.12. Total biaya produksi
2.13. Kapasitas yang direncanakan (setidaknya 3 tahun)
3. Organisasi dan Manajemen
3.1. Bentuk usaha
3.2. Struktur organisasi
3.3. Pengalaman usaha dan kualifikasi wirausahawan
3.4. Aktivitas pra-produksi
3.5. Biaya pra-produksi
3.6. Perlengkapan kantor yang dibutuhkan
3.7. Biaya administratif
4. Rencana Keuangan
4.1. Biaya dan Penerimaan proyek
4.2. Pemenuhan kebutuhan dana
4.3. Laporan laba rugi
4.4. Laporan arus kas
4.5. Neraca
4.6. Analisa titik impas
4.7. Pengembalian investasi (ROI)
CONTOH PROPOSAL KREDIT / PEMBIAYAAN
26 May 2009 514 Comments
Deddy Edward TanjungPosted under Rencana Bisnis Tags: proposal kredit
Bapak/Ibu/Saudar-Ku pelaku UMKM dimanapun berada
Untuk memenuhi permintaan, berikut, penulis sampaikan contoh proposal pengajuan kredit/pinjaman secara sederhana, silahkan dipelajari dan di contoh, disesuaikan menurut usaha masing-masing. Sukses UMKM
PROPOSAL BISNIS
KERIPIK PISANG
Cara Mengajukan Pinjaman (Pembiayaan / Kredit) Ke BANK
06 Aug 2008 524 Comments
Deddy Edward TanjungPosted under Uncategorized Tags: proposal kredit
Pedoman Penyusunan Proposal Kredit ke Bank
Masih banyak ditemui di lapangan UMKM yang belum biasa menyusun proposal kredit atau pembiayaan kepada Bank, padahal mereka butuh modal usaha. Berikut ini diberikan garis besar penulisan proposal tersebut. Untuk info lebih rinci silahkan menghubungi kami, Insya Allah akan dibantu.
- Proposal kredit, pada dasarnya hampir sama dgn studi kelayakan, namun pembahasannya tidak mendalam dan tidak menyeluruh seperti pada studi kelayakan.
- Proposal kredit, biasanya aspek yang ditonjolkan adalah aspek pemasaran dan analisis keuangan.
- Untuk usaha mikro atau kecil (utk skala tertentu) cukup membuat proposal saja.
- Untuk usaha kecil & skala menengah ke atas harus menyusun SK
DAFTAR ISI PROPOSAL KREDIT KE BANK
- RINGKASAN EKSEKUTIF
- TUJUAN
- KONDISI USAHA SAAT INI:
- KUALITATIF
- KUANTITATIF
- RENCANA PENGEMBANGAN USAHA
- RENCANA KEBUTUHAN KREDIT
- RENCANA JAMINAN KREDIT
- KESIMPULAN
- REKOMENDASI
RINGKASAN EKSEKUTIF
- Nama Usaha
- Jumlah Kredit
- Jenis Kredit (Modal Kerja/Investasi)
- Target Kredit (Individual / Kelompok)
- Jangka Waktu Kredit (Pendek/ Panjang)
T U J U A N
Peruntukkan disusunnya Proposal Kredit
KONDISI USAHA SAAT INI
- A. KUALITATIF
- Historis
- Managemen
- Kepemilikan
- Pemasaran
- Produksi
RENCANA PENGEMBANGAN USAHA
- Alasan untuk peningkatan (Market, Produksi)
- Asumsi /Kebijakan yang akan ditempuh
- SWOT ANALYSIS
- Risiko-Risiko : Produksi, Pasar, Managemen, Keuangan serta alternatif eliminasi/mitigasi risiko yang akan dilakukan
RENCANA KEBUTUHAN KREDIT
- Analisa Perputaran Modal
- Analisa Arus Kas
- Analisa Rugi/Laba
RENCANA JAMINAN
- Bentuk Jaminan : Tanah, Rumah, Mesin, Mobill
- Hak atas Jaminan tersebut : Hak Milik, HGB, Hak Pakai, Hak Sewa
- Keterkaitan antara pemilik jaminan dengan calon debitur
KESIMPULAN
- Aspek Produksi
- Aspek Pemasaran
- Aspek Keuangan
- Aspek Manajemen
- Aspek Jaminan
REKOMENDASI
- Feasible (Layak Usaha), Uraikan apa sebabnya disebut Feasible
- Bankable (Prodential Banking). Uraikan apa sebabnya dikategorikan bankable
PRINSIP KEHATI-HATIAN BANK (Prudential Banking)
Prinsip kehati-hatian analisis kredit (5 C + 3 R) :
- CHARACTER
- COLLATERAL
- CAPITAL
- CAPACITY
- CONDITION
- RETURN
- REPAYMENT
- RISK
PENOLAKAN KREDIT INTERNAL (BANK)
- Diluar Target Market (Mapping Bank) : Product Profile, Customer Profile
- Pembina Kredit gagal dalam usulan (proposal)
- Sektor Usaha masuk Negative List
EKSTERNAL (DEBITUR)
- Jaminan kurang dari nominal kredit.
- Jaminan cukup tetapi milik orang lain..
- Informasi tentang debitur negatif
- Panyampain tidak simpatik.
- Termasuk sektor mujlai sakit di bank tersebut (traumatik)
- Penyampaian proposal terlalu muluk dan canggih
- Hasil investigasi bank buruk
- Calon debitur agak menutup diri
Sabtu, 20 November 2010
Betutu (Oxyeleotris marmorata)
Rabu, 29 September 2010
Kamis, 12 Agustus 2010
Budidaya Ikan Lele Dumbo dan sankuriang Dengan Kolam Terpal
Feb 3rd, 2010 | By galeriukm | Category: Budidaya Ikan, Peternakan Ikan Lele merupakan keluarga Catfish yang memiliki jenis yang sangat banyak, diantaranya Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Phyton, Lele Sangkuriang dan lain-lain. Pada tulisan terdahulu sudah dituliskan mengenai Budi Daya Ikan Guramih Pada Kolam Terpal, pada kesempatan ini akan dibahas BUDI DAYA IKAN LELE DUMBO pada Kolam terpal. Budi Daya Ikan Lele dumbo relatif lebih mudah dan sederhana jika dibandingkan dengan budi daya guramih. Pada dasarnya metode Budi Daya ini adalah solusi untuk beberapa kondisi antara lain lahan yang sempit, modal yang tidak terlalu besar dan solusi untuk daerah yang minim air. Lele Dumbo merupakan ikan yang memiliki beberapa keistimewaan dan banyak diminati orang.Aneka masakan dari lele bisa diperoleh dengan mudah, rasa daging yang lezat dan gurih membuat bisnis budi daya lele menjadi peluang usaha yang cukup menjanjikan keuntungan. Selain itu Lele dumbo lebih mudah dipelihara dan cepat dalam pertumbuhannya. Dengan kondisi air yang “buruk” Lele dumbo bisa bertahan hidup dan berkembang dengan baik, dengan demikian solusi pemeliharaan lele dumbo dengan terpal menjadi alternatif yang perlu dicoba. Budi Daya Ikan Lele dumbo dengan Kolam terpal mendatangkan peluang usaha yang cukup menjanjikan dan tidak memerlukan modal usaha yang besar. Analisis budi daya Lele Dumbo dapa dilakukan dalam berbagai model untuk konsumsi dan pembibitan.
Model Budi Daya Lele Dumbo
Peluang usaha Budi daya lele dumbo dengan kolam terpal dapat dilakukan dalam beberapa bentuk antara lain, tujuan pembibitan dan tujuan konsumsi. Budi daya Ikan Lele Dumbo sebagai bibit merupakan upaya memenuhi kebutuhan bibit yang terus meningkat seiring dengan permintaan Ikan Lele Dumbo Konsumsi. Budi Daya Ikan Lele Dumbo Konsumsi merupakan upaya memelihara Ikan Lele Dumbo sampai ukuran dan bobot tertentu. Biasanya dari berat 1 ons per ekor ikan lele dumbo sampai 1 kg per ekor. Ukuran Lele Dumbo 1 Kg /ekor ke atas biasanya digunakan pada kolam pemancingan yang berisi Lele dumbo.Budi Daya Lele Dumbo Untuk Pembibitan
Peluang Usaha Budi Daya Lele dumbo Untuk tujuan pembibitan bisa dilakukan antara lain:- Pemijahan dan penetasan telur lele dumbo, setelah menetas bisa dijual kepada peternak lain untuk dibesarkan atau dipelihara lagi sampai besar. Karena bibit lele dumbo baru menetas sudah bisa dijual, sehingga merupakan peluang usaha bagi yang memilih menekuni bidang ini. Jika lahan yang tersedia sempit solusi ini bisa menjadi alternatif. Modal untuk usaha ini hanya tempat dan indukan lele dumbo. Bibit Lele dumbo baru menetas biasanya dihargai berdasarkan perkiraan jumlah anakan Lele Dumbo, yang ditentukan berdasarkan bobot induk dan jumlah induk Lele Dumbo.
- Penyediaan Bibit Ukuran 2-3 cm, dalam kurun waktu satu bulan setelah menetas bibit lele dumbo telah mencapai ukuran 2-3 cm dan siap untuk dijual ke pasaran. Pembesaran benih lele dari menetas hingga ukuran ini idealnya ditempatkan pada kolam lumpur atau sawah, sehingga memerlukan lahan yang relatif luas. Meski di kolam terpal tetap bisa dilakukan tetapi tidak bisa dalam jumlah yang besar, meski demikian peluang usaha tetap terbuka. Pembesaran Lele Dumbo pada bak atau kolam terpal pada ukuran ini memerlukan makanan tambahan berupa pelet buatan pabrik.
- Penyediaan Bibit ukuran 5-7 cm, pada ukuran 5-7 cm benih lele dumbo siap dijual sebagai bibit yang mendatangkan peluang usaha. Biasanya ukuran ini dipelihara oleh peternak sampai ukuran layak konsumsi.
Pemeliharaan Lele Dumbo Untuk Konsumsi
Lele dumbo untuk keperluan konsumsi biasanya dipelihara mulai dari ukuran 5-7 cm atau lebih besar, untuk hasil panen cepat bisa dilakukan dalam waktu 2 bulan dengan pemberian makanan yang ekstra dan optimal. Peluang usaha budi daya lele dumbo untuk konsumsi ini relatif lebih mudah karena ukuran lele yang besar lebih tahan terhadap penyakit, dan tingkat hidup lebih tinggi. Untuk mendapatkan ukuran lele dumbo yang lebih besar memerlukan waktu 3 sampai 4 bulan.Persiapan Pembuatan Kolam Terpal
Persiapan untuk budi daya lele dumbo dengan kolam terpal meliputi persiapan lahan kolam , persiapan material terpal ,dan persiapan perangkat pendukung. Lahan yang perlu disediakan disesuaikan dengan keadaan dan jumlah lele yang akan dipelihara. Untuk Pembesaran sampai tingkat konsumsi bisa digunakan lahan dengan ukuran 2 x 1x 0.6 meter, yang bisa diisi dengan 100 ekor lele dumbo ukuran 5-7 cm. Model pembuatan kolam bisa dengan menggali tanah kemudian diberi terpal atau dengan membuat rangka dari kayu yang kemudian diberi terpal. Cara pertama lebih membuat terpal tahan lebih lama.Pemeliharaan Lele Dumbo
Pertama kali kolam terpal diisi dengan air yang tidak terlalu dalam terlebh dahulu, untuk lele dumbo ukuran 5-7 cm bisa diisi air 40 cm terlebih dahulu, agar ikan tidak terlalu capek naik dan turun dasar kolam untuk mengambil oksigen, seiring dengan bertambahnya usia dan ukuran kedalaman air ditambah. Perlu disediakan pula rumpon atau semacam perlindungan untuk lele. Karena lele merupakan ikan yang senang bersembunyi di daerah yang tertutup.Pemberian pakan dilakukan dengan pemberian pelet sehari dua kali, lebih bagus lagi lebih dari dua kali tetapi dalam jumlah yang lebih sedikit. Jika di lingkungan tersedia pakan alami seperti Bekicot, kerang, keong emas, rayap dan lain-lain, bisa diberikan makanan alami tersebut. Makanan alami selain bisa menghemat pengeluaran juga memiliki kandungan protein yang tinggi sehingga pertumbuhan lele dumbo lebih cepat. Selain itu ada beberapa teknologi yang bisa dipakai untuk mempercepat pertumbuhan ikan lele dan ikan lainnya.
Meski Lele dumbo tahan terhadap kondisi air yang buruk ada baiknya perlu diganti air sekitar 10-30% setiap minggu, agar kolam tidak terlalu kotor dan berbau. Penyakit pada ikan lele mudah menyerang pada air yang kotor. Pada usia satu bulan atau jika diperlukan perlu dilakukan seleksi dan pemisahan lele yang memiliki ukuran yang berbeda. Biasanya lele mengalami pertumbuhan yang tidak sama, sehingga jika tidak dipisahkan lele dengan ukuran kecil akan kalah bersaing dalam berebut makanan. Selain itu pisahkan jika ada ikan yang terindikasi terserang penyakit agar tidak menular. (Galeriukm)
Related posts:
Kamis, 23 September 2010
Kamis, 12 Juni 2008
Jika Kau Menjadi Istriku Nanti
Jika seorang lelaki ingin menarik hati seorang wanita, biasanya yang ditebarkan adalah berjuta-juta kata puitis bin manis, penuh janji-janji untuk memikat hati, "Jika kau menjadi istriku nanti, percayalah aku satu-satunya yang bisa membahagiakanmu," atau "Jika kau menjadi istriku nanti, hanya dirimu di hatiku" dan "bla...bla...bla..." Sang wanita pun tersipu malu, hidungnya kembang kempis, sambil menundukkan kepala, "Aih...aih..., abang bisa aja." Onde mande, rancak bana !!!
Lidah yang biasanya kelu untuk berbicara saat bertemu gebetan, tiba-tiba jadi luwes, kadang dibumbui 'ancaman' hanya karena keinginan untuk mendapatkan doi seorang. Kalo ada yang coba-coba main mata ama si doi, "Jangan macem-macem lu, gue punya nih!" Amboi... belum dinikahi kok udah ngaku-ngaku miliknya dia ya? Lha, yang udah nikah aja ngerti kalo pasangannya itu sebenarnya milik Allah SWT.
Emang iya sih, wanita biasanya lebih terpikat dengan lelaki yang bisa menyakinkan dirinya apabila ntar udah menikah bakal selalu sayang hingga ujung waktu, serta bisa membimbingnya kelak kepada keridhoan Allah SWT. Bukan lelaki yang janji-janji mulu, tanpa berbuat yang nyata, atau lelaki yang gak berani mengajaknya menikah dengan 1001 alasan yang di buat-buat.
Kalo lelaki yang datang serta mengucapkan janjinya itu adalah seseorang yang emang kita kenal taat ibadah, akhlak serta budi pekertinya laksana Rasulullah SAW atau Ali bin Abi Thalib r.a., ini sih gak perlu ditunda jawabannya, cepet-cepet kepala dianggukkan, daripada diambil orang lain, iya gak? Namun realita yang terjadi, terkadang yang datang itu justru tipe seperti Ramli, Si Raja Chatting, atau malah Arjuna, Si Pencari Cinta, yang hanya mengumbar janji-janji palsu, lalu bagaimana sang wanita bisa percaya dan yakin dengan janjinya?
Nah...
Berarti masalahnya adalah bagaimana cara kita menjelaskan calon pasangan untuk percaya dengan kita? Pusying... pusying... gimana caranya ya? Ih nyantai aja, semua itu telah diatur dalam syariat Islam kok, karena caranya bisa dengan proses ta'aruf. Apa sih yang harus dilakukan dalam ta'aruf? Apa iya, seperti ucapan janji-janji seperti diatas?
Ta'aruf sering diartikan 'perkenalan', kalau dihubungkan dengan pernikahan maka ta'aruf adalah proses saling mengenal antara calon laki-laki dan perempuan sebelum proses khitbah dan pernikahan. Karena itu perbincangan dalam ta'aruf menjadi sesuatu yang penting sebelum melangkah ke proses berikutnya. Pada tahapan ini setiap calon pasangan dapat saling mengukur diri, cocok gak ya dengan dirinya. Lalu, apa aja sih yang mesti diungkapkan kepada sang calon saat ta'aruf?
1. Keadaan Keluarga
Jelasin ke calon pasangan tentang anggota keluarga masing-masing, berapa jumlah sodara, anak keberapa, gimana tingkat pendidikan, pekerjaan, dll. Bukan apa-apa, siapa tahu dapat calon suami yang anak tunggal, bokap ama nyokap kaya 7 turunan, sholat dan ibadahnya bagus banget, guanteng abis, lagi kuliah di Jepang (ehm), pokoknya selangit deh! Kalo ketemu tipe begini, sebelum dia atau mediatornya selesai ngomong langsung kasih kode, panggil ortu ke dalam bentar, lalu bilang "Abi, boljug tuh kaya' ginian jangan dianggurin nih. Moga-moga gak lama lagi langsung dikhitbah ya Bi, kan bisa diajak ke Jepang!" Lho? :D
2. Harapan dan Prinsip Hidup
Warna kehidupan kelak ditentukan dengan visi misi suatu keluarga lho, terutama sang suami karena ia adalah qowwan dalam suatu keluarga. Sebagai pemimpin ia laksana nahkoda sebuah bahtera, mau jalannya lempeng atau sradak-sruduk, itu adalah kemahirannya dalam memegang kemudi. Karena itu setiap calon pasangan kudu tau harapan dan prinsip hidup masing-masing. Misalnya nih, "Jika kau menjadi istriku nanti, harapanku semoga kita semakin dekat kepada Allah" atau "Jika kau menjadi istriku nanti, mari bersama mewujudkan keluarga sakinah, rahmah, mawaddah." Kalo harapan dan janjinya seperti ini, kudu' diterima tuh, insya Allah janjinya disaksikan Allah SWT dan para malaikat. Jadi kalo suatu saat dia gak nepatin janji, tinggal didoakan, "Ya Allah... suamiku omdo nih, janjinya gak ditepatin, coba deh sekali-kali dianya...," hush...! Gak boleh doakan suami yang gak baik lho, siapa tahu ia-nya khilaf kan?
3. Kesukaan dan Yang Tidak Disukai
Dari awal sebaiknya dijelasin apa yang disukai, atau apa yang kurang disukai, jadinya nanti pada saat telah menjalani kehidupan rumah tangga bisa saling memahami, karena toh udah dijelaskan dari awalnya. Dalam pelayaran bahtera rumah tangga butuh saling pengertian, contoh sederhananya, istri yang suka masakan pedas sekali-kali masaknya jangan terlalu pedas, karena suaminya kurang suka. Suami yang emang hobinya berantakin rumah (karena lama jadi bujangan), setelah menikah mungkin bisa belajar lebih rapi, dll. Semua ini menjadi lebih mudah dilakukan karena telah dijelaskan saat ta'aruf. Namun harus diingat, menikah itu bukan untuk merubah pasangan lho, namun juga lantas bukan bersikap seolah-olah belum menikah. Perubahan sikap dan kepribadian dalam tingkat tertentu wajar aja-kan? Dan juga hendaknya perubahan yang terjadi adalah natural, tidak saling memaksa.
4. Ketakwaan Calon Pasangan
Apa yang terpenting pada saat ta'aruf? Yang mestinya menduduki prioritas tertinggi adalah bagaimana nilai ketakwaan lelaki tersebut. Ketakwaan disini adalah ketaatan kepada Allah SWT lho, bukan nilai 'KETAKutan WAlimahAN' :D Karena apabila seorang lelaki senang, ia akan menghormati istrinya, dan jika ia tidak menyenanginya, ia tidak suka berbuat zalim kepadanya. Gimana dong caranya untuk melihat lelaki itu bertakwa atau tidak? Tanyakan kepada orang-orang yang dekat dengan dirinya, misalnya kerabat dekat, tetangga dekat, atau sahabatnya tentang ketaatannya menjalankan ketentuan pokok yang menjadi rukun Iman dan Islam dengan benar. Misalnya tentang sholat 5 waktu, puasa Ramadhan, atau pula gimana sikapnya kepada tetangga atau orang yang lebih tua, dan lain-lain. Apalagi bila lelaki itu juga rajin melakukan ibadah sunnah, wah... yang begini ini nih, 'calon suami kesayangan Allah dan mertua.'
Inget lho, ta'aruf hanyalah proses mengenal, belum ada ikatan untuk kelak pasti akan menikah, kecuali kalau sudah masuk proses yang namanya khitbah. Nah kadang jadi 'penyakit' nih, karena alasan "Kan masih mau ta'aruf dulu..." lalu ta'rufnya buanyak buanget, sana-sini dita'arufin. Abis itu jadi bingung sendiri, "Yang mana ya yang mau diajak nikah, kok sana-sini ada kurangnya?"
Wah..., kalo nyari yang mulia seperti Khadijah, setaqwa Aisyah atau setabah Fatimah Az-Zahra, pertanyaannya apakah diri ini pun sesempurna Rasulullah SAW atau sesholeh Ali bin Abi Thalib r.a.? Nah lho...!!!
Apabila hukum pernikahan seorang laki-laki telah masuk kategori wajib, dan segalanya pun telah terencana dengan matang dan baik, maka ingatlah kata-kata bijak, 'jika berani menyelam ke dasar laut mengapa terus bermain di kubangan, kalau siap berperang mengapa cuma bermimpi menjadi pahlawan?'
Ya akhi wa ukhti fillah,
Semoga antum segera dipertemukan dengan pasangan hidup, dikumpulkan dalam kebaikan, kebahagiaan, kemesraan, canda tawa yang tak putus-putusnya mengisi rongga kehidupan rumah tangga. Kalaupun nanti ada air mata yang menetes, semoga itu adalah air mata kebahagiaan, tanda kesyukuran kepada Allah SWT karena Ia telah memberikan pasangan hidup yang selalu bersama mengharap keridhoan-Nya, aamiin allahumma aamiin.
Barakallahulaka barakallahu'alaika wajama'a bainakuma fii khairin.
Wallahu a'lam bishowab,
*IKATLAH ILMU DENGAN MENULISKANNYA*
Al-Hubb Fillah wa Lillah,
Abu Aufa
Jumat, 27 Agustus 2010
1. Tak punya peta
Selalu didengungkan agar para wirausahawan yang ingin memulai usaha untuk mengisi diri dengan bahan bakar "gairah/passion" supaya tak gampang menyerah. Tetapi sejujurnya, Anda tak hanya butuh bahan bakar untuk bergerak saja, Anda butuh rencana!
Ambillah waktu untuk menyelidiki pasar dan target pelanggan, kompetisi, dan hal lainnya. Fokuskan diri untuk menjawab pertanyaan: "Bagaimana caranya menghasilkan pendapatan dari usaha ini?"
Ambil contoh kasus; Anda membuka toko rental DVD karena lokasi yang agak terpojok, Anda memusatkan diri agar terlihat oleh orang lain. Mencoba memeriahkan dekorasi eksterior dan interior agar dilihat orang. Modal Anda pun tersedot ke sana. Alhasil, film-film yang Anda miliki tidak memiliki inventaris yang bagus. Alhasil, para pelanggan yang sudah berhasil masuk, keluar dengan kecewa, Anda pun tak berhasil mendapatkan pendapatan. Pelajaran yang bisa diambil adalah perencanaan yang matang sejak awal dan fokus. Jangan berbuat nekat jika tak ada perencanaan yang jelas.
2. Menjual di bawah harga pasar
"Banyak wirausahawan menilai barang atau menempatkan harga miliki terlalu murah," ungkap Linda Hollander, penulis buku Bags to Riches. Artinya, hal ini akan membuat mereka selalu mengkhawatirkan tentang uang. Setiap kali mereka mendapatkan pesanan, tak ada rasa senang, karena harga yang dipatok terlalu rendah dan tak ada keuntungan yang didapat.
Sebelum mencantumkan harga, lakukan perhitungan. Hitung pengeluaran tetap dan pengeluaran sewaktu-waktu. Lakukan riset pasar dan nilai harga kompetitor. Perhitungkan margin yang Anda butuhkan untuk mendapatkan keuntungan yang dibutuhkan.
3. Memulai bisnis cuma untuk coba-coba
Kebanyakan wirausahawan hanya melihat gambaran besar; tipe visioner, pengambil risiko, pencari tantangan. Makin berhadapan dengan tantangan, makin bersemangat mereka. Tak jarang, tipe ini mencari-cari masalah supaya bisa menemukan tantangan dan merasa lebih bersemangat.
"Pewirausaha yang merasa bosan adalah salah satu senjata pembunuh yang tersembunyi dalam perusahaan kecil yang terlihat sehat," jelas Ralph Warner, penulis buku How to Run a Thriving Business. Tujuan untuk menjalankan bisnis adalah untuk mencetak uang. Jangan mencoba mengambil risiko hanya untuk mendapatkan keseruan. Anda membahayakan seluruh perusahaan dan orang-orang di dalamnya.
4. Tak mengerti tentang marketing sedikit pun
Jarang sekali orang-orang yang baru memulai bisnis menyusun rencana atau menyiapkan anggaran untuk marketing. Umumnya, pemilik usaha baru ini berpikir bahwa marketing adalah pengeluaran yang tak diperlukan. Atau, lebih parahnya, menyamaartikan marketing dengan sales.
"Marketing harus memikirkan tentang penjualan di masa depan. Sementara sales harus memikirkan berapa banyak penjualan yang terjadi hari ini," jelas Rob Gelphman, yang menjalankan perusahaan marketing communications di San Jose, California. Permasalahan mendasarnya adalah kurangnya pengalaman mengenai proses siklus sales. Pemula bisnis biasanya meng-hire orang sales lebih dulu. Idealnya, hire orang yang bisa membantu merencanakan proyek dan menyusun langkah ke depan, baru utus para sales untuk berjualan.
5. Bos tidak sama dengan sahabat
Di awal pembukaan bisnis, setiap orang tampaknya bekerja 3-4 jabatan sekaligus. Sepertinya tak perlu memusingkan alur manajemen. "Ketika mengawali sebuah bisnis, prosesnya diciptakan secara tak sengaja," ujar Jay Arthur, penulis buku Six Sigma Simplified Training. Penyelesaian masalah biasanya terjadi menggunakan nalar dan perasaan saja. Perusahaan berkembang lewat trial and error. Namun, pada suatu titik, kemampuan untuk menyelesaikan masalah pelik mulai diperlukan. Karena tak ada standard operating procedure, dan beban pekerjaan pun tak seimbang, lama kelamaan sulit untuk para karyawan bekerja di tempat seperti itu. Yang bisa dilakukan adalah dengan mengambil sikap dan membuat prosedur tertentu untuk mengatasi masalah, atau tunjuk bawahan untuk menjalankan hal itu.
Ciptakan sebuah buku manual aturan yang mendefinisikan mengenai pembagian kerja, mengenai pemecatan, kepegawaian, penilaian, cuti, kompensasi, promosi, dan lainnya.
6. Menghamburkan modal
Kebanyakan pemilik usaha baru kurang merencanakan kebutuhan finansial mereka. Umumnya, pemilik perusahaan yang baru menghamburkan uang pada barang-barang yang kurang dibutuhkan, seperti furnitur, teknologi dan barang kantor, atau mempekerjakan terlalu banyak ahli atau eksekutif ketimbang yang dibutuhkan. Perlu diketahui pula bahwa jarang ada pelanggan yang membayar kewajiban tepat waktu. Jadi, meski sales berhasil menutup deal, pembayaran bisa saja terjadi belakangan. Akan lebih baik jika Anda memiliki akuntan yang bisa melakukan analisis.
7. Lupa memperhitungkan orang terkasih
Pemula membutuhkan waktu 80-100 jam per minggu untuk bekerja membangun perusahaannya. Mereka akan butuh orang yang bisa mendorong mereka. "Amat dibutuhkan pasangan yang memiliki waktu, komitmen, kesabaran, serta mau mengorbankan penghasilannya agar hubungan tersebut bisa langgeng," jelas Victor Sim, pengacara di Squire, Sanders & Dempsey.
Anda harus berkomitmen untuk tetap memerhatikan mereka juga. Jangan biarkan peluncuran perusahaan Anda malah menyakiti orang-orang yang Anda sayangi.
NAD
Editor: Nadia Felicia
Sumber: msn